Masa Sih Sistem Penilaian SBMPTN Yang Baru Menguntungkan Peserta ?

1:01 PM


Banyak yang protes soal perbedaan sistem penilaian SBMPTN 2018. Apalagi ngumuminnya ga dari awal tahun ajaran.

Tidak hanya hilangnya pemberian minus pada jawaban yang salah, sistem penilaian SBMPTN tahun 2018 juga memberikan soal dengan tingkat kesulitan berbeda. Panitia SBMPTN juga memberikan poin pada semua jawaban yang benar. Sementara itu, jawaban yang salah atau pertanyaan yang tidak dijawab tidak mendapatkan poin.

Penilaian terhadap SBMPTN 2018 tidak lagi menggunakan nilai 4 untuk jawaban benar, nilai 0  untuk soal yang tidak dijawab dan nilai minus 1 untuk jawaban yang salah.

Sistem penilaian baru tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh siswa, tetapi juga memperhitungkan tingkat kesulitan masing-masing soal.

Nah, dengan seperti itu, apakah sebenarnya kamu ini dirugikan ?


Eits, tunggu dulu, kamu perlu tahu pendapat yang bilang kalau sistem penilaian baru ini sebenarnya malah nguntungin peserta lho.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bapak Pandu Baghaskoro mengatakan, penggunaan sistem baru memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kompetensinya.

“Sistem ini memang menyeleksi siswa yang benar-benar berminat pada jurusan tertentu.

Dengan begitu, diharapkan para siswa yang diterima bisa mengikuti kegiatan perkuliahan karena mereka mendaftar pada program studi yang benar-benar diminati sejak awal,”


Meminimalkan Stress

Pak Pandu juga mengatakan, sistem penilaian yang baru juga mempu meminimalkan tingkat stress siswa dalam mengerjakan soal SBMPTN.

Hukum Yerkes-Dodson (1908, seperti dikutip di Benson & Allen, 1980) mengatakan, tingkat stress / beban yang terlalu besar merusak performa dan efisiensi aktifitas individu. Untuk dapat menguji kemampuan calon mahasiswa secara optimal, stress / beban yang dialami peserta pada saat mengerjakan ujian harus berimbang.

Jika peserta ujian dapat mengerjakan ujian secara optimal, penyelenggara ujian dapat betul betul menyeleksi peserta terbaik untuk diluluskan.

Stress / beban kognitif pada sistem minus lebih tinggi karena disamping mengerjakan soal ujian, mereka juga harus mempertimbangkan risiko dari keputusan dalam memberikan jawaban terhadap sebuah soal.

Dalam sistem penilaian minus, ada tiga skenario yang bisa didapatkan berdasarkan hasil keputusan peserta. Bener +4 , salah -1 dan tidak di jawab bernilai 0.

Sementara di dalam sistem penilaian ‘adil’ ada dua skenario yang bisa diapatkan.

“Sistem penilaian ‘adil’ lebih menguntungkan bagi calon mahasiswa maupun penyelenggara.

Bagi calon mahasiswa, sistem ‘adil’ memampukan mereka untuk mengerjakan ujian dengan optimal, karena tingkat stress / beban yang dibebankan dalam sistem ‘adil’ lebih rendah dibandingkan sistem minus,” 

Ya kan ? berarti sebenarnya para pembuat kebijakan dan tim perumus soal sudah mempertimbangkan aspek - aspek ini sebelum membuat peraturan baru.

Mungkin masih ada kekurangan, semoga di tahun - tahun mendatang, pelaksanaan SBMPTN makin baik lagi ya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »