Meneladani Rifa'i, Lulusan Tercepat Unsoed Tahun Ini Yang Sederhana, Aktif Di Organisasi dan Masyarakat

1:41 PM
ahmad rifa'i unsoed

Seperti halnya kamu, mengenyam pendidikan tinggi, sudah menjadi mimpi setiap orang. Tak terkecuali wisudawan tercepat Unsoed tahun 2017 ini, Akhmad Rifa’i.

Wisudawan periode Desember 2017 ini berasal dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro meraih IPK 3,79 Predikat Cumlaude dengan masa studi hanya ditempuh dalam 3 tahun 2 bulan.

Rifa'i, Pemuda kelahiran Desa Panyingkiran Kidul Kecamatan Cantigi, Indramayu 22 tahun lalu ini ternyata selalu berprestasi. Prestasinya dari bangku sekolah dasar hingga kuliah tidak diragukan lagi,  selalu menyandang rangking 1 di sekolah. Di Universitas Jenderal Soedirman, dia masuk lewat SBMPTN dan memperoleh beasiswa Bidik Misi.

"Saya tidak boleh kuliah kalau tidak dapat beasiswa, alhamdulillah sejak SMP,MA dan kuliah saya selalu mendapat beasiswa.", ungkapnya.

 Lulus SBMPTN dimulai dari sini

Rifa'i yang berasal dari keluarga biasa

Anak ke empat dari lima bersaudara ini terlahir dari bapak Ngadimun yang merupakan seorang buruh tani dan ibu Siti Marwah, yang hanya ibu rumah tangga biasa. Sedih untuk keluarga, sudah setahun ini ibunda Rifa'i biasa dipanggil mengidap gagal ginjal, dan harus rutin cuci darah seminggu dua kali.  Walau hidup prihatin dan berkekurangan harus dilakoninya tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar Rifa'i yang selama masa kuliah tinggal di Pesantren Raudlotul Arifin Blater Purbalingga.

Selain berprestasi di kampus, Rifa'i juga berusaha bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Rifa'i yang lolos mengikuti KKN Kebangsaan  mendapat apresiasi dari tempatnya KKN yaitu di Desa Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango Gorontalo. Disana Rifa'i membuat aplikasi sistem administrasi kependudukan dan keuangan yang hingga saat ini aplikasi tersebut masih digunakan.

"Saya sampai masuk koran karena prestasi tersebut", imbuhnya.

Selain itu, Rifa'i juga aktif berorganisasi. Di kampus, Rifa'i adalah Ketua UKM Seni Islam dan Al Quran

 Download soal sbmptn gratis

Rifa'i dan rencana masa depannya


Setelah menjadi sarjana, Rifa'i berencana menempuh pendidikan tinggi. Dia berkeinginan untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa afirmasi  LPDP, keinginannya untuk  S2 di Negeri Sakura tidak lepas dari suport dosen pembimbing skripsinya Dr. Eng. Retno Supriyanti, ST., MT.

"Saya bahagia dapat lulus hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan,  motifasi utamanya adalah orang tua, saya ingin segera membahagiakan orang tua, karena ibu saya sakit parah"

Rifa'i teruslah berjuang dan berprestasi !

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »